kain tenun berasal dari daerah

19 Jenis Kain Tenun Yang Ada di Indonesia

Posted on

Kain TenunTenun adalah sebuah nama teknik dalam hal pembuatan bahan kain yang dibuat dengan cara prinsip yang simpel, ialah dengan cara menggabungkan benang secara melintang dan memanjang.

Hasil persilangan yang bergantian antara benang lusi dan pakan, bahan tenun umumnya terbuat dari kapas, sutra, serat kayu dan lain-lain.

Produksi kain dengan tenun ini banyak dilakukan di Indonesia, contohnya di daerah Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

Pembuatan kain teknik tenun ini biasanya hanya dibuat dengan sekala rumah tangga, bahan kain hasil tenun yang terkenal adalah dari Palembang, Jawa Barat dan Sumatera Barat.

kain tenun pandai sikek berasal dari daerah

Teknik atau senin tenun ini sangat berkaitan erat dengan budaya, kepercayaan, lingkungan alam, sistem pengetahuan dan juga organisasi masyarakat.

Karena kultur sosial di tiap masyarakat berbeda-beda maka seni tenun tiap daerah memiliki perbedaan, hal itu menjadikan senin tenun ini bersifat memiliki ciri khas.

Baca Juga : Mengenal 6 Jenis Kain Linen Premium

Kualitas hasil tenun di nilai dari kualitas bahan, keindahan tata warna, motif, pola serta ragam hiasannya.

Macam Macam Kain Tenun di Nusantara

Indonesia memiliki wilayah kepulauan yang mempunyai berbagai daerah yang berbeda-beda, serta tiap daerah memiliki beragam budaya nya masing-masing, hal itu juga menjadikan tiap daerah mempunyai beragam model bentuk pakaian yang bermacam-macam.

19 Jenis Kain Tenun Yang Ada di Indonesia 1

Salah satunya yaitu berbagai macam jenis kain yang di tenun dari tiap daerah, yang memiliki warna serta corak yang berbeda-beda, dibawah ini ulasan singkat tiap jenis kain yang proses pembuatannya di tenun.

1. Kain Tenun Ulos

Kain Ulos ini sudah jadi trademark dari budaya Sumatera Utara, disebabkan ulos ini bisa di pakai setiap saat atau diberbagai momen.

19 Jenis Kain Tenun Yang Ada di Indonesia 2

Ulos ini dibuat dengan teknik tenun, berbeda dengan jenis tenun lurik yang lebih di dominasi oleh warna hitam serta coklat, bila tenun ulos lebih dominan warna merah, putih dan hitam dengan menggunakan benang berwarna emas atau perak.

Ulos ini biasanya dipakai sebagai selendang di upacara adat batak, namun sekarang ulos hadir menjadi salah satu item fashion yang modern, seperti dibuat menjadi dompet, tas, ikat pinggang, dress dan lain-lain.

2. Kain Tenun Lurik

Nama tenun lurik pasti sudah sering dengar nama nya, kain lurik ini merupakan bagian dari kain tenun karena proses pembuatan kain nya dengan menggunakan teknik tenun.

Kain Tenun Lurik
Kain Tenun Lurik

Dahulunya pembuatan kain lurik ini secara manual tapi seiring berkembangnya jaman pembuatan kain lurik ini menggunakan teknologi canggih.

Jenis kain lurik yang hampir sempat punah ini pun bisa kembali menjadi fashion dan sekarang bisa dinikmati oleh para pencinta mode.

3. Kain Tenun Geringsing

Tenun tradisional yang satu-satunya menggunakan teknik double ikat dan membutuhkan waktu sekitar 2-5 tahun dalam proses pembuatannya adalah kain gringsing.

Kain Tenun Geringsing
Kain Tenun Geringsing

Kain geringsing ini berasal dari Desa Tenganan, Bali. Pada umumnya di daerah itu masyarakatnya memiliki kain gringsing yang berusia sudah ratusan tahun, yang biasanya dipakai dalam acara upacara khusus.

Gringsing berasal dari kata gering yang mempunyai arti “sakit” dan sing “tidak”, jadi bila di gabungkan ” tidak sakit”.

Maksudnya dari kata tersebut adalah untuk penolak bala. Di Bali, Kekuatan kain gringsing ini biasa di pakai pada upacara potong gigi, upacara keagamaan dan upacara pernikahan.

4. Kain Tenun Sumba

Tenun Sumba ialah salah satu bentuk dari kerajinan yang di hasilkan oleh para kaum perempuan dari daerah Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Kain Tenun Sumba
Kain Tenun Sumba

Hasil kerajinan kain itu berupa sehelai kain yang diliputi banyak hiasan dekoratif yang cantik dan indah, dengan desain menarik serta komposisi harmonis, juga mempunyai karakteristik tersendiri.

5. Kain Tenun Buna Insana

Kain ini berasal dari Nusa Tenggara Timur yang dibuat secara manual dengan tangan manusia, yang sekarang ini banyak di buru oleh para pencinta kain nusantara.

Kain Tenun Buna Insana
Kain Tenun Buna Insana

6. Kain Tenun Ikat Troso

Kain ikat troso ini berasal dari desa Troso daerah Jepara yang merupakan kain yang di tenun dari helaian benang pakan yang sebelum di tenun sudah di celupkan ke dalam zat pewarna alami,

Kain Tenun ikat Troso
Kain Tenun ikat Troso

Pembuatanya menggunakan alat tenun bukan dengan mesin, kain ikat ini bisa di jahit dan dijadikan sebagai perlengkapan busana atau pakaian, bisa juga untuk kain pelasi sampai hiasan interior.

7. Kain Tenun Toraja

Kain Toraja ini adalah simbol yang menggambarkan keterikatan antara manusia dengan alam atau lingkungannya, yang merupakan salah satu warisan dari leluhur toraja.

Kain Tenun Toraja
Kain Tenun Toraja

Dalam budaya masyarakat Toraja kain toraja ini memiliki kedudukan yang tinggi, karena kain ini mempunyai peran penting dalam berbagai kegiatan upacara adat.

Bisa juga sebagai simbol kemakmuran dan kejayaan. Karena dimasa lalu hanya orang-orang tertentu saja yang mampu memiliki kain toraja ini, contohnya bangsawan atau masyarakat yang berekonomi mampu.

Buat memiliki kain toraja ini bisa dengan menukar hewan peliharaan seperti kerbau, yang tentunya memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Seikat kain ini juga biasanya digunakan untuk membayar pajak atau sebagai simbol perdamaian antara kelompok-kelompok aristocrat yang sedang berperang.

8. Kain Tenun Songket

Kain songket dan tenun ikat pada dasarnya tidak jauh berbeda, Keduanya dibuat dengan proses menganyam dua jenis benang yang lintasan atau lajurnya dibuat horizontal dan vertikal, melalui tantuan alat tenun dan bilah-bilah kayu.

Kain Tenun Songket
Kain Tenun Songket

Tetapi pada tenun songket ada teknik tambahan yaitu penyungkitan, yaitu ada bagian benang yang sebelumnya sudah dianyamkan ke jalur kain yang lain diangkat lalu di plintir terlebih dulu menggunakan alat.

Teknik ini tidak memiliki pengaruh yang cukup besar pada tekstur songket, yang terlihat jelas adalah jenis benang yang digunakan.

Pada pembuatan kain songket akan ada benang perak atau benang emas yang terhias pada permukaan kain. Kain tenun songket merupakan hasil kerajinan tangan yang banyak dijumpai di daerah.

9. Kain Tenun Pandai Sikek

Kain ini berasal dari daerah Sumatera Barat yang bernama kain pandai sikek, kain ini masuk ke golongan songket karena menggunakan bahan benang perak dan emas.

Kain Tenun Pandai Sikek
Kain Tenun Pandai Sikek

Bukan hanya itu tetapi juga ada campuran benang katun pada bahan kain ini jadi terasa sangat nyaman bila di pakai.

10. Kain Tenun Songket Pelembang

Teknin menenum kain songket palembang ini di percayai sudah turun temurun tekniknya dari zaman kerjaan Sriwijaya.

Kain Songket Palembang
Kain Songket Palembang

Tidak heran bila produk kain songket berkualitas dari palembang ini terkenal dengan banyak motif yang beragam dan cantik.

11. Kain Tenun Soket Jambi

Dilihat dari namanya kain soket jambi adalah salah satu hasil budaya jambi yang namanya dibanggakan kemana-mana.

Kain Songket Jambi
Kain Songket Jambi

Selain mengandalkan teknik tenun yang mudah, kain soket jambi ini juga dalam memberikan motif nya memiliki masing-masing makna.

12. Kain Tenun Doyo

Kain yang satu ini terbuat dari bahan dasar serat daun khas yang hanya ada di daerah tersebut. Bukan hanya menggunakan bahan dasar yang khas wilayahnya.

Kain Tenun Doyo
Kain Tenun Doyo

Untuk motif kain doyo ini mengambil dari corak bentuk hewan, tumbuhan serta cerita mitologi yang ada pada suku dayak di kawasan tersebut.

13. Kain Tenun Sambas

Tenun dari Kalimantan Barat ini memiliki motif yang sangat cantik, memiliki pesona yang akan membuat kamu sulit mengalihkan pandangan dari kain sambas.

Kain Tenun Sambas
Kain Tenun Sambas

Kain sambas ini termasuk kain pakan yang sering dihiasi dengan benang emas, serta memberikan keunikan dengan adanya motif pucuk rebung yang menyerupai tunas pohon bambu.

Hal ini mempunyai makna yaitu tentang kerendahan hati dan semangat untuk terus maju.

14. Kain Tenun Pagatan

Kain khas Kalimantan Selatan ini memiliki motif yang menarik dan juga unik sehingga mudah di aplikasikan kedalam mode fashion yang sedang berkembang.

Kain Tenun Pagatan
Kain Tenun Pagatan

Kain pagatan dulunya dibawa masuk ke pulau Borneo oleh masyarakat asal Sulawesi

15. Kain Tenun Donggala

Jenis kain donggala ini dulu nya di pakai saat acara-acara besar seperti pesta pernikahan dan penjamuan tamu, tetapi sekarang ini mulai juga di gunakan dalam berbagai acara keseharian.

Kain Tenun Donggala
Kain Tenun Donggala

Kain donggala ini juga kerap di gunakan sebagai lambang kedukaan, untuk warna kain donggalanya yang berwarna hitam atau yang berwarna ungu.

16. Kain Tenun Buton

Kain buton ini banyak memiliki pilihan warna, seperti kain buton warna merah, biru, orange, hijau dan lain-lain.

Kain Tenun Buton
Kain Tenun Buton

Semua warna tersebut melambangkan daerah alam yang ada disana, kain ini tidak hanya di pakaian adat tetapi bisa juga untuk hiasan dinding karena warna nya yang cantik dan menarik.

17. Kain Tenun Nusa Tenggara

Kain yang berada di kawasan Nusa Tenggara merupakan tenun jenis ikat.

Kain Tenun Nusa Tenggara
Kain Tenun Nusa Tenggara

Ada banyak pilihan warna dan motif pada tenun Nusa Tenggara ini, namun kain ini di bedakan sesuai nama daerahnya yaitu Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

18. Kain Tenun Nusa Tenggara Timur

Kain ini biasanya digunakan dalam kegiatan sehari-hari, bisa dijadikan sebagai selendang sampai menjadi sarung bantal.

Kain Tenun NTT
Kain Tenun NTT

Kain di NTT ini sudah menjadi bagian dari aktivitas warga masyarakat NTT. Inspirasi motif kain diambil dari pemandangan alam sekita, misal dari hewan-hewan.

Kain dengan tenun ini ada yang bercorak seperti burung, kerbau, kuda, sapi. Setiap coraknya mempunyai makna yang berbeda-beda.

19. Kain Tenun Tapis

Kain tapis ini memiliki motif yang khas, kain ini berasal dari daerah Lampung.

Kain Tenun Tapis
Kain Tenun Tapis

Kain ini hanya digunakan pada moment penting saja seperti upacara adat dan lain-lain, kamu tidak akan menemukan kain ini digunakan jadi bahan dasar dress atau pakaian lainnya.

Tips Cara Merawat Busana Berbahan Kain Tenun

Bahan kain tenun yang sudah di jadikan bahan dasar pembuatan pakaian atau busana pasti memerlukan perawatan khusus, sebab berbeda bahan kain berbeda pula juga cara perawatannya.

kain tenun berasal dari

Karena kain yang dibuat secara manual memiliki untaian benang yang bila salah cara mencuci, menjemur dan menyimpannya akan mudah rusak.

Berikut adalah tips dan trik untuk merawat busana yang terbuat dari bahan tenun, agar tetap awet serta warnanya tidak cepat pudar.

  • Buat pakaian yang menggunakan bahan tenun yang bahan sutra, di rekomendasikan cara mencucinya dengan di dry cleam. Hal tersebut untuk mencegah untaian benang menjadi rusak dan kusut.
  • Buat busana yang menggunakan bahan tenun berbahan katun kamu bisa cuci dengan tangan, karena karakteristik benangnya lebih kuat dibandingkan dengan yang berbahan sutera.
  • Perhatikan juga sabun yang dipakai untuk mencuci busana atau pakaian berbahan tenun, lebih disarankan menggunakan sabun khusus batik atau menggunakan lerak. Dengan Lerak bisa membuat warna kain lebih bersinar.
  • Pada waktu mencuci pakaian berbahan kain ini, pastikan tidak merendamnya karena akan membuat kain cepat rusak.
  • Cara mencuci cukup dengan dikucek tangan dan dengan waktu sebentar lalu bilas hingga bersih.
  • Sebelum memulai mencuci busana, kamu bisa cek apakah kain itu luntur atau tidak. Caranya dengan memasukan ujung kain kedalam sedikit air lalu goyang-goyangkan. Bila berubah warna menjadi keruh berarti kain tersebut mudah luntur jadi kamu harus mencucinya dengan sistem dry clean.
  • Kalau pakaian yang berbahan kain dari benang katun normalnya memiliki sifat mudah mengkerut setalah proses cuci. Perbedaan setelah dicuci ukurannya akan berbeda, jadi bila ingin membuat pakaian berbahan ini lebih baik dicuci dulu tanpa sabun, setelah itu bisa di ukur untuk di buat pakaian.
  • Tidak perlu memeras pakaian berbahan tenun secara keras, agar tidak rusak dan kain tidak kucel.
  • Biar warna kain tidak pudar, pada waktu menjemur jangan sampai terkena sinar matahari langsung. Jemurlah di tempat yang teduh dan kering oleh angin-angin.
  • Pastikan untuk membalikan kain saat proses dijemur dan menyetrika, Pakaian bagian dalam dan luar pakaian, untuk menghindari pudar warna pada suhu panas.

Demikianlah ulasan singkat tentang jenis jenis kain dengan metode pembuatan di tenun yang ada di Nusantara serta tips merawat pakaian yang berbahan kain tenun.

(Shane Hijab)

6 thoughts on “19 Jenis Kain Tenun Yang Ada di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *