kain lurik modern

Mengenal Bahan Kain Lurik Dan Jenis-Jenisnya

Posted on

Kain LurikLurik menjadi salah satu kain tradisional masyarakat Jawa yang sampai saat ini masih dipakai dan diproduksi secara turun-temurun.

Kain tersebut bisa sangat mudah kamu temukan di daerah Solo, Klaten dan Yogyakarta.

Kain ini tersedia dengan berbagai ragam warna yang indah yang bisa kamu pilih sesuai dengan kesukaan kamu.

Mungkin ada beberapa dari kamu yang belum mengetahui tentang apa itu kain lurik, Berikut ini penjelasan lengkap terkait bahan lurik.

Mengenal Apa Itu Kain Lurik?

Nama lurik berasal dari bahasa Jawa, yaitu lorek yang artinya garis-garis.

bahan lurik jawa

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lurik merupakan salah satu kain yang memiliki corak berlajur-lajur

Sedangkan menurut Nian S. Djoemena, lurik merupakan kain tenun Indonesia yang sederhana, baik dari segi tampilan maupun proses pembuatannya.

Meskipun terlihat sederhana, namun lurik sangat syarat akan makna.

pembentukan motif kain lurik dilakukan pada proses

Oleh karena itu, kain warisan nenek moyang ini masih menjadi kerajinan tradisional yang turun-temurun.

Lurik umumnya dipakai dalam tradisi masyarakat Jawa, seperti acara tujuh bulanan bayi.

Bahan utama pembuatan lurik yaitu serat kayu, kapas, sutra dan serat sintetis.

Jenis-Jenis Motif Kain Lurik

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, lurik syarat akan makna.

bahan kain lurik

Lurik pun tersedia dalam berbagai macam motif dengan maknanya masing-masing.

Berikut ini berbagai macam jenis motif lurik beserta filosofinya.

1. Lurik Motif Lompatan

Motif kain lurik yang pertama yaitu lompatan. Lompatan di sini bisa dimaknai dengan terlewati oleh bahaya maut.

Oleh karena itu, motif lompatan tersebut sering digunakan dalam acara tujuh bulanan bayi.

Tujuan utama penggunaan kain bermotif lompatan ini yaitu sebagai tolak bala.

2. Lurik Motif Tuluh Watu

Tuluh watu memiliki arti sebuah batu yang bercahaya dan dianggap memiliki tuah untuk tolak bala. Kata tuluh sendiri memiliki arti perkasa atau kuat.

Karena dianggap memiliki motif cukup sakral, lurik yang satu hanya dikenakan oleh orang-orang dengan berbudi pekerti luhur dan berkepribadian kuat.

Lurik motif tuluh watu pada umumnya digunakan saat upacara ruwatan sukerta.

Namun, khusus di daerah pedesaan, lurik motif yang satu ini kerap dipakai para wanita untuk berdagang karena dianggap memiliki kekuatan tertentu.

3. Lurik Motif Kluwung

Motif lurik selanjutnya yaitu kluwung. Kluwung sendiri memiliki makna pelangi.

Secara simbolis, motif tersebut melukiskan garis-garis beraneka warna layaknya pelangi yang dijadikan tanda adanya keajaiban dan kebesaran Sang Pencipta.

3. Lurik Motif Telupat

Selain motif-motif di atas, ada pula corak kain lurik telupat.

Arti dari motif telupat tersebut adalah angka tiga dan empat. Secara umum, corak tersebut mengandung makna lajuran berjumlah tujuh.

Dalam kepercayaan yang dianut masyarakat Jawa, tujuh merupakan angka yang dikeramatkan.

Hal tersebut karena tujuh sering dianggap sebagai lambang kehidupan dan kemakmuran.

Dengan kata lain, suatu kemakmuran yang berasal dari pertolongan Maha Kuasa.

4. Lurik Motif Tumbar Pecah

Motif tumbar pecah diibaratkan seperti orang yang sedang memecah ketumbar kemudian menyebarkan aromanya.

Dalam acara tujuh bulanan bayi, motif kain yang satu ini dipakai dengan maksud supaya proses kelahiran nantinya berjalan lancar.

5. Lurik Motif Udan Liris

Motif udan liris artinya yaitu hujan gerimis. Lurik motif udan liris tersebut sering digunakan untuk melambangkan kesejahteraan dan kesuburan.

Motif tersebut umumnya dipakai oleh para penguasa dengan harapan mendapat keberkahan dari Tuhan yang Maha Kuasa.

6. Lurik Motif Dringin

Lurik motif dringin sering dipakai oleh ibu-ibu yang sedang hamil.

Makna dari motif tersebut adalah agar bayi yang dikandung terlahir dengan jiwa rendah hati dan sederhana.

Selain itu, anak yang dilahirkan diharapkan kelak dapat membaur dengan baik dalam masyarakat.

7. Lurik Motif Sapit Urang

Kain lurik juga memiliki motif sapit urang yang artinya jepit udang. Pada zaman dulu, jepit udang sering dijadikan simbol ungkapan siasat perang.

Maksudnya yaitu musuh yang dikepung dari berbagai arah dan komando serangan berada di bagian tengah.

Karena dijadikan sebagai siasat dalam peperangan, motif sapit urang sering dipakai oleh para prajurit keraton.

Untuk itu, kamu bisa dengan mudah menemukan motif lurik yang satu ini didaerah keraton.

Kelebihan Dari Bahan Kain Lurik

Karena merupakan salah satu kain tradisional, lurik tentu memiliki kelebihan dibanding jenis kain yang lainnya.

kain lurik berasal dari daerah

Oleh karena itu, berikut ini beberapa macam kelebihan dari lurik yang harus kamu ketahui.

1. Mengandung Nilai Estetika Tinggi

Pada umumnya, lurik dibuat secara tradisional yaitu ditenun dengan cara manual.

Oleh karena itu, lurik mengandung nilai estetika yang tinggi. Jarak antar benang satu dengan yang lainnya pun terlihat sangat khas.

2. Tingkat Daya Tahan Lebih Baik

Selain mengandung nilai estetika yang tinggi, lurik juga memiliki tingkat daya tahan yang lebih baik.

Hal ini sebabkan karena bahan dasar yang digunakan untuk membuat lurik adalah katun.

Dengan demikian, kain yang dihasilkan memiliki daya serap dan kenyamanan yang lebih baik.

3. Memiliki Kualitas Tinggi

Kelebihan lurik yang ketiga yaitu memiliki kualitas tinggi.

Kain lurik dibuat dengan warna dan corak bolak balik karena pewarnaan dimulai dari benang yang digunakan.

Oleh sebab itu, lurik memiliki kualitas yang lebih tinggi dan tentu dijual dengan harga lebih mahal.

Kekurangan Dari Bahan Kain Lurik

Selain memiliki kelebihan, lurik juga tidak terlepas dari kekurangan.

kain lurik

Untuk itu, ketahui beberapa kekurangan dari lurik berikut ini.

1. Persediaan Terbatas

Lurik memiliki ciri yang sangat khas dan tidak akan bisa kamu temukan di kain yang lain.

Selain itu, proses pembuatannya pun cenderung dilakukan secara tradisional meskipun sebenarnya sudah ada mesin penenun.

Oleh karena itu, persediaan kain ini menjadi sangat terbatas.

Tidak heran jika kemudian harga jualnya pun lebih mahal dari yang lainnya.

2. Kurang Memiliki Peminat

Meskipun lurik sebenarnya tetap memiliki pasar tersendiri, namun para pengrajin kain lurik menemui banyak kendala.

Selain dibuat dengan waktu yang lebih lama dan stoknya terbatas, peminatnya pun menurun karena harganya lebih mahal dan berbagai alasan lain.

Kegunaan Kain Lurik

Pada zaman dulu, lurik sangat mudah kamu temukan di daerah pedesaan karena biasa digunakan oleh masyarakat Jawa sebagai bahan pakaian sehari-hari.

bahan lurik

Lurik sering digunakan sebagai kemben atau kebaya bagi masyarakat perempuan, sedangkan bahan sorjan untuk masyarakat pria.

Selain itu, lurik juga sering difungsikan sebagai selendang untuk menggendong tenggok.

Meskipun dalam masyarakat Jawa, lurik sering digunakan untuk kehidupan sehari-hari, namun berbeda halnya dengan di keraton.

Di keraton, lurik sering digunakan sebagai pakaian prajurit dan abdi dalem.

Tidak hanya itu, lurik pun sampai saat ini juga kerap dipakai sebagai perlengkapan acara-acara adat, seperti siraman dan tujuh bulanan.

Harga Kain Lurik

Meskipun lurik terkesan tidak memiliki banyak peminat, namun kain tersebut ternyata sudah menembus pasar luar negeri.

kain lurik berasal dari

Beberapa negara yang mengimpor kain ini diantaranya Belanda, Australia dan Selandia Baru.

Pengrajin lurik yang ada saat ini di daerah Yogyakarta, tepatnya di Krapak Wetan, Bantul, Sewon dan Jogokaryan.

Kain tradisional tersebut bisa kamu beli mulai harga Rp. 40.000 sampai ratusan ribu permeternya.

Harga tersebut tergantung dengan motif dan proses pembuatannya.

Kain lurik memang merupakan salah satu warisan nenek moyang yang harus terus dilestarikan.

Sebagai masyarakat Jawa, kamu harus ikut andil dalam melestarikan warisan berupa kain tradisional yang satu ini.

Itulah ulasan singkat mengenai jenis kain lurik, semoga informasi ini ada manfaatnya buat kamu yang sedang mencari kain lurik.

( Shane Hijab )

One thought on “Mengenal Bahan Kain Lurik Dan Jenis-Jenisnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.