kain batik songket dan tenun merupakan contoh seni

Inilah 8 Bahan Pewarna Batik Alami Yang Perlu Kamu Ketahui

Posted on

Bahan Pewarna Batik Alami – Dahulu nenek moyang bangsa Indonesia membuat kain tradisional dengan menggunakan pewarna yang di dapat dari alam.

Dengan menggunakan pewarna yang natural yang langsung dari alam akan membuat ragam warna tekstil menjadi lebih hidup, tidak bisa di bandingkan dengan menggunakan pewarna sintetis.

Dalam pembuatan kain batik, para pembatik dahulu menggunakan jenis tanaman tertentu sebagai bahan pewarna alami.

Di bawah ini ada 8 pewarna batik alami yang akan di ulas secara singkat, buat kamu yang belum tahu apa saja tanaman yang dijadikan sebagai pewarna kain batik silahkan bisa disimak.

Zat Pewarna Batik

Zat pewarna batik ada 2 jenis yaitu bahan pewarna batik alami dan pewarna batik sintetis, untuk bahan pewarna batik yang alami di dapat dari jenis tanam-tanaman sedangkan pewarna sintetis terbuat dari bahan kimia.

pewarna batik alami

Misalnya bahan pewarna wantek dan napthol adalah pewarna batik dari bahan kimia, secara umum pewarna batik berbentuk cair.

Kamu bisa cek di marketplace tentang jenis pewarna batik, nama pewarna batik sampai kisaran harga pewarna batik yang ada di pasaran.

Untuk pewarna batik alami ini ada banyak jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai zat pewarna, di artikel ini akan dibahan 8 jenis tanaman yang bisa digunakan sebagai pewarna kain.

8 Contoh Bahan Pewarna Batik Alami

Dibawah ini merupakan bahan bahan pewarna alami yang sering digunakan untuk mewarnai kain batik, yang akan diulas ada 8 pewarna alami.

pewarna batik

Berikut contoh pewarna batik dari bahan alami yang semuanya dari jenis tanaman. Dibawah ini adalah jenis pewarna batik dan contohnya.

1. Tanaman Soga Tinggi

Pertama adalah tanaman yang masih satu rumpun perdu dengan tanaman daun majemuk yang biasanya bergerombol pada ujung cabang, bisanya menjadi bahan untuk pewarna batik.

Bila di lihat sekilas tanaman ini mirip seperti tanaman bakau, akan tetapi ukurannya jauh lebih kecil, dan untuk bagian kayunya bisa digunakan untuk menghasilkan warna merah yang agak gelap kecoklatan di tekstil.

2. Tanaman Soga Jambal

Selanjutnya pewarna batik alami adalah dari tanaman soga jambal, dari tanaman ini menghasilkan warna coklat yang agak kemerahan diambil dari bagian batangnya.

Tanaman ini mampu tumbuh mencapai ketinggian 25 meter, hal ini berbeda dengan tanaman jenis soga lainnya.

Tanaman ini juga terkenal dengan nama yellow flame three atau bisa disebut juga yellow flamboyant, disebabkan tanaman ini akan mekar dengan bunga-bunga yang berwarna kuning dan muncul secara serempak.

3. Tanaman Sogo Tegeran

Yang ketiga untuk pewarna kain batik alami adalah jenis tanaman perdu berduri yang biasanya digunakan untuk mendapatkan warna kuning pada kain.

Tanaman soga tegeran ini banyak sekali tersebar di daerah kalimantan, sulawesi, jawa dan madura. Dengan habitat yang cocok dengan tanaman ini ada di ketinggian sekitar 100 meter di atas permukaan laut.

Selain bisa digunakan sebagai pewarna kain, soga tegeran ini bisa diekstrasksi serta diberi fiksasi untuk penguat warna.

4. Mengkudu

Mungkin kamu belum tau bahwa tanaman buah mengkudu bisa menjadi bahan pewarna batik alami, bagian akar mengkudu bisa menghasilkan warna seperti merah tua untuk kain.

pewarna batik tulis

Tanaman ini bisa ditemukan di daerah tropis, mungkin sebagian orang belum tahu bentuk dari tanaman mengkudu ini.

5. Indigofrea Tinctoria

Selanjutnya adalah jenis tanaman polong-polongan yang bernama Indigofera Tinctoria, tanaman ini memiliki bunga berwarna ungu.

Dari dulu daun dari tanaman indigo ini sering di manfaatkan untuk bisa menghasilkan warna biru dari hasil peerendaman daun indigo selama semalam.

Selanjutnya setelah proses ekstraksi lalu baru bisa digunakan untuk proses mencelupkan benang atau kain yang akan diberi warna.

Bukan hanya menghasilkan warna biru tetapi dengan tanaman indigo atau tarum ini bisa menghasilkan warna hijau juga, dengan mengkombinasikannya dengan pewarna alami warna kuning.

6. Kunyit

Tanaman yang bisa di jadikan sebagai pewarna batik tulis adalah kunyit, rimpang kunyit ini bisa di pakai untuk mewarnai tekstil.

TInggal dicampur dengan jeruk dan buah jarak, dan kunyit akaan menghasilkan warna seperti hijau tua.

Bila dikombinasikan dengan tanaman indigo dan kunyit akan menghasilkan warna hijau. Tetapi kamu harus ingat bahwa intensitas warna yang akan dihasilkan tergantung dari takaran setiap warna dan proses yang dilaluinya.

7. Biji Kesumba

Berikut ini yang merupakan pewarna batik dari bahan alami adalah kesumba, pada awalnya biji kesumba ini biasanya banyak di manfaatkan untuk pewarna makanan, misalnya ikan, keju, margarin dan minyak salad.

Pada proses perkembangannya biji kesumba ini bisa juga lebih dikembangkan oleh perusahaan yang bergerak di bidang kimia, untuk menjadikannya sebagai pewarna alami yang aplikatif.

Bukan hanya untuk jenis produk dibidang makanan tetapi bisa juga di bidang tekstil, untuk biji kesumba ini akan menghasilkan warna seperti merah oranye.

8. Daun Mangga

Ada banyak jenis pewarna batik dan contohnya adalah daun mangga, selain memiliki buah yang enak dimakan ternyata daun mangga bisa digunakan sebagai pewarna.

Bila di ekstrak daun mangga ini dapat menghasilkan warna hijau, dan bisa dikombinasikan dengan pewarna alami lainnya untuk mendapatkan warna kombinasi yang menarik.

Demikianlah ulasan singkat tentang pewarna batik alami yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan, sebagian jenis tumbuhan mungkin tidak terlalu familiar.

(Shane Hijab)



One thought on “Inilah 8 Bahan Pewarna Batik Alami Yang Perlu Kamu Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *